Yakin Demokrasi Mati?

herricahyadi:

Isu Pilkada via DPRD sebenarnya asik lho untuk kita pandang dari sisi positif, yaitu menghidupkan diskursus dan memahami demokrasi itu sendiri. Dibanding membuat stereotyping atau judging kepada kelompok yang berseberangan, dengan diskursus kita bisa menambah ilmu dan mengembangkan sikap…

Karena Hujan

  • Waktu hujan malam-malam, dipikiran.
  • A : Untungnya kita sama-sama suka sama hujan ya.
  • B : Emangnya kenapa?
  • A : Soalnya hujan menghubungkan langit sama bumi, dua hal yang kata orang-orang beda banget, kayak kita.
  • B : .....

Hujan Kapan Datang?

 Langit Berkata, “Setiap hujan ada waktunya masing-masing dan tempatnya masing-masing. Bukankan hujan menjadi perantara yang menghubungkan antara bumi dan langit, sesuatu yang kata manusia sulit untuk bertemu?”

- Hujan Matahari, kurniawan gunadi.

Hujan, kapan kau datang?

Jika aku bumi dan kau langit. Pernahkah sekali saja kita yang meminta untuk cepat bertemu? Pernahkah kita berpapasan dan membalas senyuman? Dan pernahkah kita bertukar cerita yang mungkin tidak ada waktu yang mendukung?

Seperti musim kemarau tanpa hujan. Dalam waktu tertentu antara langit dan bumi ada saja tidak sejalan. Hujan itu tidak datang, dia hanya menjadi sebuah pengharapan yang entah kapan jatuh. Hujan itu hanya menjadi doa yang selalu terucap antara tangan yang menengadah. 

Kemarau ini seperti berkepanjangan. Jika tanah sudah mulai meretak kehilangan air. Atau pohon yang semakinn merunduk karena layu. Atau batas air yang tertapak jelas di sebuah kolam karena semakin berkurang. Atau mungkin cuaca laut yang semakin memanas tak menentu. Dan, ya. 

Bumi ingin bertemu dengan langit. 

"Hujan, kapan datang?"

18:43

Bandung, (tidak ada hujan) 27 September 2014.

Hanya Senja

Musim di sini tidak seperti yang lain. Di sana mereka berganti-ganti dalam rutinitasnya. Alam berbahasa dengan caranya. Ada yang mengayunkan daunnya untuk gugur dan berganti. Ada yang bosan dengan ketenangan hingga ia ubah haluan anginnya. Atau ada yang kesal dengan suasana dan jadikan panasnya lebih tinggi. Atau mungkin saat malam sedang sepi, langit hitam terbuka lebar hingga kelap-kelip tampak bergeming.

Aku suka. 

Namun di sini tidak seperti yang lain.Yang kurindukan hanya sebatas senja. Tidak setiap musim yang jadikan berbeda suasana. Dan hanya sebatas senja, semuanya bisa berbeda-beda. 

Terkadang kau ubah senja-mu menjadi senja tak berwarna. Tertutup awan kelabu yang tidak sabar, hingga aku tak bisa menikmatinya. Mungkin kau ubah juga senjamu dalam lantunan musik nyaring setiap hujan jatuh. Dan aku menjadi penggemarnya hingga terlelap dan bermimpi. Tidak sering juga kau curi pelangi itu, jadikan langit lebih berwarna. 

Aku terlanjur. Terlanjur menjadi penggemarmu. 

Ya. terlanjur. 

aneh. Sudah saja kuhabiskan setiap hari hanya untuk menanti senja. 

"Senja, besok kau datang lagi, kan?"

21:57

Bandung, (ah, sudah malam. Selamat tidur senja.) 22 September 2014.

Berbagai Hal Yang Bisa Dilakukan Pas Internship

kuntawiaji:

Mulai kurikulum berbasis kompetensi, anak FK, setelah dilantik jadi dokter, pasti akan mengalami masa abu-abu bernama internship, yaitu bertugas di puskesmas dan rumah sakit daerah di bawah supervisi seorang dokter umum. Masalahnya adalah dalam setahun, akan ada banyak waktu luang yang dimiliki…

Berbahagialah yang diterima seseorang tanpa melihat masa lalumu, kau diberi hadiah termewah meski kemasannya sederhana.

Adimas Immanuel.

(via kurniawangunadi)

LDR

Ku teringat dalam lamunan
Rasa sentuhan jemari tanganmu
Ku teringat walau telah pudar
Suara tawamu, sungguh ku rindu

Sudah hari minggu saja. Penantian sore sepertinya berubah jadi sedikit perpisahan. Ya. Perpisahan jarak dalam ratusan kilometer. Kau bersiap kemasi barang yang sudah menjadi rutinitas. Berpamitan walau tak berjumpa, dan hanya dalam pesan.

Tanpamu langit tak berbintang
Tanpamu hampa yang ku rasa

Malam menjadi asaku sesaat. Tidak terlalu sibuk dengan aktivitas seperti biasanya. Elegi bersandar pada angin malam, desaukan anginnya yang seakan kesepian. Aku menanti. Menanti kabarmu.

Seandainya jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku

Hei waktu, maukah kau membantuku. Jadikan suasana terikat yang kunantikan. Maukah kau membantuku, jalani dentinganmu yang semakin lama jika kurasa.

Ku teringat walau telah pudar
Suara tawamu, sungguh ku rindu

Aku rindu. Kau sedang apa disana?

Tanpamu langit tak berbintang
Tanpamu hampa yang ku rasa

Seandainya jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku

Setiap pagi selalu kunantikan, selamat pagimu yang kau tunjukkan. Walau tidak setiap hari hal itu hadir. Tapi apa kau tahu, ucapan selamat pagimu itu terpatri secara otomatis dalam kepalaku.

Terbit dan tenggelamnya matahari
Membawamu lebih dekat
Denganmu langitku berbintang
Denganmu sempurna ku rasa

Hati ini bergumam, semakin keras dalam penantian akan dirimu. Gumamannya menjadi bernada hingga seperti nyanyian.

Setiap liriknya adalah doa. 

Dan doa itu berubah menjadi kehadiranmu. Ya. 

Akhirnya.

Seandainya jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku

(seandainya jarak tiada berarti)
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
Kau akan kembali bersamaku

Raisa - LDR

20:15

Bandung, (hari jumat sebentar lagi, ya.) 18 September 2014.

Rumah

ilmacandraini:

Rumah itu adalah sebuah bangunan untuk tempat tinggal. Berlindung dari hujan lebat, cuaca yang silih berganti tidak karuan.

Rumah itu bukan sekadar tempat untuk berlindung.

Tetapi dalam suatu rumah kita mencari suasana. Dalam kedinginan dari lebatnya hujan, atau mungkin kehangatan pada…

Menikah itu indah, bersama membangun keindahan berdua mengarungi hidup sampai maut memisahkan.

Perempuan Kecil (via perempuanmu)