Tentang Aku, Burung dan Hujan

penyihirhati:

Alasan aku tetap menjadi manusia dan bertahan hidup adalah pertanyaan. Bertanya kepada diri sendiri adalah satu-satunya cara untuk hidup waras di dunia yang gila. Aku sering mengajukan pertanyaan untuk diri sendiri. Mungkin kau tak mengerti akan menganggapku sakit jiwa, itu artinya mungkin juga…

Daun Itu Bergemersik.

"Aku suka daun berguguran."

Ingin rasanya melihat gemersik daun - daun yang berguguran di musim gugur. Warnanya menguning hingga oranye. Tercipta gradasi kelembutan setiap helainya. Tanpa mengembun ia hanya jatuh. Jatuh tanpa beban. Dalam pesonanya, hanya ingin sekadar kutatap dan kumanja mataku. 

Gemersiknya seperti bercerita. Ya. Mereka berbahasa dalam setiap jatuhnya ke bumi. Jatuhnya sukarela, pasrah, dan bahagia. Mereka bercerita dengan gemersik yang ditemani angin. Angin yang selalu menyempatkan dirinya untuk bertemu.

Tak seperti daun lain. 

"Aku suka daun berguguran."

Karenanya aku menemani waktu. Atau waktu yang menemaniku bersamamu. 

Ya.

Dan mungkin kau tidak hanya sekadar jatuh ke bumi. Hatiku pun ikut terjatuh. Karena bersamamu, aku sukarela, pasrah, dan bahagia. 

"Aku suka daun berguguran."

Ya. 

21:44

Bandung, (mendengar hujan sekilas antara malam) 28 Agustus 2014.

Hilang

- Alvin and I -

vocalist - Alvin Baskoro

backing vocal - Regina Gabriela & Andri Cahyaningtyas

gitaris - Rafdhiya Anzalfi Mahadhika

additional bassist - Aga Sidharta

Jika aku dapat bermain musik, akan kumainkan untukmu. Jika aku dapat bermain nada, akan kunyanyikan untukmu. Tapi…
Aku hanya bisa menulis pesan untukmu.
Aku bangga memiliki dirimu.

(via ilmacandraini)

Salam Tangan Ayah

ilmacandraini:

Usia 5 tahun.

Ceklek. Pintu rumah terbuka lebar. Terlihat ayah dengan kopeah hitam favoritnya serta baju koko berwarna putih dan sarung kotak-kotak merah itu telah pulang sehabis shalat jumat dari mesjid.

"Ayaaah…"

Aku berlari menghampirinya dan segera kucium tangan kanan ayah. Muncul senyum…

Langit Sudah Malam

Jarum jam menunjukkan pukul setengah enam. Waktu favoritku. Selain langit yang selalu bergradasi di waktu fajar, dia menunjukkan lembayung senjanya saat ini. Gradasinya berbeda tetapi serupa. Ya. Aku suka. 

Warna biru tua bercampur biru muda.

Langit seakan berkepribadian, dia berganti sesuai yang ia mau. Tanpa hiraukan bintang atau bulan yang tepat ada di sampingnya. Dia menjadi dirinya sendiri, tanpa hiraukan orang lain.

Langit menandakan dia selalu tepat waktu. Waktu yang berbeda dari setiap belahan bumi. Putarannya tandakan waktu berjalan. Dan langit selalu mengikutinya dengan setia. Dia tak pernah terlambat untuk menampakkan keagungan ciptaan-Nya untuk disajikan sejuta umat. 

Langit sekilas berupa senyuman. Senyuman yang dia tampilkan dalam setiap balutan kisah telah terjalin di setiap harinya. Dan kisah itu tampakkan kemegahan khas dari lembayung senja keoranyean. 

Langit tak pernah lupa. Tanpa sengaja atau tidak, dia tak pernah. Dia selalu ingat, siapkan tempat untuk malam atau pagi yang mengantri. Dalam keheningan waktu yang tepat. Dia tak pernah lupa. 

"Hei. Langit sudah malam. Apa mau kau sudahi saja melihatnya?"

"Tidak. Esok akan ada lagi. Di waktu yang sama, dengan orang yang tepat. "

22:13

Bandung (gelap lembayung senja tadi), 21 Agustus 2014.

Ketika kita sudah bertemu orang yang tepat, semuanya akan terasa benar.

Rizkita Lubis (via kuntawiaji)

Dan, ya. Itu benar. :)

Tulisan : Prinsip Belanja

Hidup ini memiliki kebutuhan yang banyak secara materi. Pengelolaan materi/keuangan menjadi hal yang penting untuk dipahami baik oleh laki-laki maupun perempuan.

Nah, sesekali tulisan kali ini saya ingin memberikan salah satu hal yang menjadi poin-poin penting dalam hal membelanjakan uang yang selama ini saya lakukan. Orang-orang yang mengenal saya pun sering melihat saya terlalu berlebihan dalam belanja sebuah barang, tapi semua itu memiliki dasar.

Saya menyukai salah satu prinsip teman saya, dia mengatakan bahwa:Bila kebutuhan ataupun keinginan kita bertambah, jangan berhemat. Tapi berpikirlah bagaimana caranya menambah pemasukan. Menarik sekali dan saya menggunakan cara tersebut. Kebutuhan saya kian bertambah pun keinginan saya terhadap sesuatu juga banyak. Untuk itu saya berupaya untuk menambah penghasilan saya selama ini. 

Prinsip belanja ini diperkuat dengan latar belakang saya yang dulu belajar di dunia desain, dimana desain adalah ujung tombak dari sebuah produk konsumsi. Entah itu desain 2D ataupun 3D. Desain juga membuat harga barang kadang tidak masuk akal.

Sebagai konsumen, kita harus cerdas dan tahu betul apa yang kita beli. Jadi berikut ini adalah beberapa hal yang saya terapkan dalam  belanja saya selama ini. Saya tidak menulisnya secara urut berdasar prioritas.

  • Belanjalah untuk masa depan. Saya mengartikan seperti ini; hal-hal tersier yang bisa kita beli saat ini untuk ketika berkeluarga nanti, belilah saat ini. Kelak jika kita sudah berkeluarga, untuk membeli barang-barang itu kadang tersandung oleh kebutuhan lain seperti susu bayi, popok, garam dapur, dll. Barang tersier seperti tas carrier, sepeda gunung, buku (bagi banyak orang, buku adalah barang tersier), kamera, atau hal-hal yang berkaitan dengan kesukaan/hobi kita. Apalagi diawal berkeluarga nanti, biasanya perekonomian belum stabil bagi pasangan muda. Kecuali orangtuamu adalah konglomerat kaya raya yang hartanya cukup untuk 7 turunan dan kamu tinggal menerima sumbangan orang tua.
  • Belanjalah barang berkualitas. Saya mengartikan prinsip ini sebagai investasi barang jangka panjang. Meski kualitas tidak selalu berbanding lurus dengan merk, tapi biasanya merk memang menjamin kualitas, hukumnya seperti itu. Untuk membeli barang tertentu kita harus punya referensi, jika kita tidak ahli dalam hal tersebut, maka jangan malu bertanya pada orang yang kita anggap ahli dalam hal tersebut. Misal kamu mau beli kamera dengan anggaran sekian rupiah. Maka tanyalah dan carilah referensi dengan harga seperti itu, carilah barang yang kualitasnya paling baik diantara yang lain atau jika ada barang yang harganya sedikit diatasnya dengan selisih wajar dan kualitasnya lebih baik, tahanlah sedikit untuk menabung. Ini penting karena ini berkaitan dengan usia pakai. Barang konsumsi diciptakan dengan masa pakai tertentu oleh produsen.
  • Belanja investasi, seperti pada bahasan sebelumnya. Ketika kamu beli tas carrier, kamera, dan lain lain saat ini. Berpikirlah bahwa itu adalah investasi, kamu bisa menggunakannya untuk traveling bersama keluargamu kelak. Beli kamera juga seperti itu, semua itu kamu tujukan sebagai investasi masa depan, berpikirlah ketika membeli barang akan digunakan untuk apa barang itu di masa yang akan datang? Beli jangan cuma dipikir tentang keinginan saat ini, tapi akankah barang itu dibutuhkan di masa yang akan datang juga? Dan untuk memiliki investasi yang baik, pastikan kamu menggunakan prinsip belanja barang berkualitas diatas.
  • Belanja cerdas. Konsumen harus cerdas dan perlu belajar pola pasar dan berkembangan teknologi. Jika kita amati misal teknologi Android yang baru beberapa tahun lalu muncul dan perkembangannya yang sangat pesat, maka berpikirlah ketika kamu membeli perangkat android, kira-kira masa updatenya berapa lama ya? Karena sistem operasi ini pada versi-versi terbarunya bahkan menuntut untuk upgrade handphonenya sekaligus. Akibatnya barang yang kamu beli tidak bisa mengikuti update sistem operasi dan akhirnya barangmu cepat out-of-date. Ini adalah contoh dimana kita bisa mengambil sikap terhadap teknologi. Karena teknologi adalah salah satu hal yang perkembangnya paling cepat.
  • Belanja desain. Sebagai  seseorang dengan latar belakang desain saya ingin berbagi sedikit tips dengan studi kasus agar teman-teman bisa langsung memahami. Belanja desain ini sangat penting karena berkaitan dengan kenyamanan dan keawetan kita menggunakan sebuah barang. Desain bisa membuat kita tidak mudah bosan terhadap barang yang kita pakai, begitu juga sebaliknya dan ini ada ilmunya khusus yang mempelajari hal tersebut dalam dunia desain. Saya contohkan dengan Handphone produksi SAMSUNG dan APPLE. Samsung menggunakan strategi desain yang menyasar dari segmen low-end sampai high-enddengan perkembangan desain yang sangat cepat. Bisa saya katakan, dalam 3 bulan ada produk Samsung terbaru yang muncul ke pasar. Otomatis diikuti dengan software dan desain yang baru. Kami, desainer belajar tentang mendesain sebuah produk dengan usia desain tertentu. Dan Samsung (dalam analisis saya) menggunakan desain berumur pendek. Artinya kamu membeli produk HP samsung satu tahun yang lalu, mungkin kamu sudah bosan dengan desain perangkatnya selain karena begitu banyak produk baru yang muncul dalam merk yang sama. Ini berbalik dengan strategi desain yang dilakukan Apple, mau tidak mau mungkin kita harus mengakui bahwa desain apple bersifat long-lasting design. Artinya produknya secara desain tidak membuat konsumennya cepat bosan. Pun kamu membeli perangkat dari apple 5 tahun yang lalu atau bahkan lebih, desainnya masih terasa nyaman untukmu sendiri. Barang produksi ada yang didesain untuk umur tidak lebih dari setahun, hal tersebut digunakan sebagai strategi pemikat konsumen untuk mengeluarkan produk baru dan desain barunya yang bahkan kadang hardwarenya tidak jauh lebih baik dari produk yang sudah dikeluarkan. Itulah mengapa, kadang kita suka merasa bosan dengan barang kita dan ketika produk baru muncul, kita berkeinginan membeli baru. Untuk itu, belilah desain yang baik.


Dan masih banyak lagi prinsip-prinsip belanja yang bisa teman-teman terapkan dalam kehidupan sehari-hari, saya hanya memberikan beberapa poin besar dari prinsip belanja saya sendiri. Kadang kita merasa terlalu boros, padahal tidak bila kita berpikir investasi dan jangka panjang. Penggunaan uang yang bijak itu bukan berdasar pada jumlahnya, tapi nilai apa yang kita dapatkan dari uang yang telah kita keluarkan. Nah, selamat berbijaksana dalam berbelanja :)

Bandung, 20 Agustus 2014

Berjanjilah kepada dirimu tiga hal: jika kamu mengerjakan sesuatu, ingatlah Allah, karena Dia melihatmu; jika kamu berbicara, ingatlah Allah, karena Dia mendengarmu; jika kamu diam, ingatlah Allah, karena Dia tahu isi hatimu.

(via kuntawiaji)